Bertahan
Adakah pembaca sekalian yang masih menganggur? Berarti kita sama, ya. Sampai hari ini. aku pun masih terus berusaha mencari pekerjaan yang stabil sambil bekerja freelance. Salah satunya yaa ini, menulis. Dengan menulis disini aku ingin mengembangkan kemampuan menulisku. Ya, syukur-syukur bisa jadi ladang cuan, hehe.
Kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang diriku dan pendidikan yang kutempuh. Mohon maaf jika kurang menarik, ya. Melalui tulian kali ini aku berharap jangan sampai ada yang melakukan kesalahan yang kulakukan.
Aku adalah lulusan dari salah satu Institut Kesehatan di kotaku. Selama kuliah aku berusaha mencetak nilai yang bagus dengan cara yang baik (tidak menyontek/curang). Harapanku cuma satu, agar cepat dapat kerja. Memang selama kuliah aku hanya fokus dengan nilaiku, tapi bukan berarti aku tidak membantu teman. Jika ada yang kesulitan dengan materi kuliah aku berusaha membantu jika tugasku sudah selesai. Namun, karena sibuk mencetak nilai, aku melupakan satu hal, membuat koneksi. Aku tidak pernah ikut organisasi manapun.
Sumber : freepik.com
Pilihannya saat itu adalah Pramuka, Karate dan Rohis. Selain karena sibuk nugas, aku juga tidak diijinkan mengikuti kegiatan tersebut. Lalu, apa yang terjadi? Aku tidak punya kenalan 😢. Orang yang kukenal hanya teman-teman sekelasku. Aku bahkan tidak mencoba mendekati dosen-dosen untuk sekedar menambah relasi dan mencari informasi. Saat itu memang pikiranku sangat sempit. Kupikir dengan nilai yang memuaskan saja sudah cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang kuinginkan.
Singkat cerita, setelah lulus kuliah, aku dihadapkan pada pilihan cukup sulit. Saat itu ayahku baru saya pulang dari Rumah Sakit dan dalam masa pemulihan, kedua kakakku sibuk bekerja dan adikku dalam persiapan ujian kelulusan SMA. Padahal, saat itu jurusanku sedang merekrut asisten dosen, dan aku sangat ingin mendaftarkan diri. Tetapi, setelah mempertimbangkan keadaan saat itu, kuputuskan untuk tidak mencoba kesempatan menjadi asdos tersebut.
Kenapa? Karena saat itu yang ku khawatirkan adalah kondisi kesehatan ibuku. Beliau sudah mengurusi Ayah selama opname di RS. Dengan usia yang semakin menua, aku khawatir kesehatannya juga ikut menururun. Kekhawatiran itulah yang membuatku mengambil keputusan untuk "istirahat" dan fokus membantu di rumah. Apa yang ku lakukan selama tinggal di rumah? Banyak. Memasak, bebersih, bantu-bantu di kios dan usaha fotokopi. Niatku saat itu, setelah adikku lulus kuliah baru aku mencari kerja. Sayangnya semua tak sesuai rencanaku.
Sumber : freepik.com
Adikku lulus kuliah di tahun 2020. Tahun Covid. Tak ada satu pun lowongan kerja yang kutemukan. Mirisnya lagi karena aku lulusan tenaga kesehatan, STR yang ku buat sudah mendekati masa kadaluwarsa. Lalu, pada pertengahan 2021 adikku memutuskan untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atas saran temannya yang juga telah bekerja disana. Dan dia lulus. Menjadi pemagang selama setahun, lalu sekarang menjadi pegawai sementara. Lalu, bagaimana denganku? Semua lowongan kerja yang sesuai kemampuanku sudah ku coba mendaftar. Namun, tak ada satupun yang lolos. Paling jauh hanya sampai tes wawancara, kemudian gagal. Kecewa sudah pasti. Tapi, aku bisa apa? Mungkin memang bukan rezekiku. Mungkin mereka butuh yang lebih kompeten. Mungkin tugasku memang hanya bekerja di rumah. Mungkin... Mungkin... Mungkin... Semua kemungkinan ku pikirkan agar aku tetep waras dan tak rendah diri. Tapi, tahun demi tahun berlalu hingga sekarang, tak ada satupun pekerjaan yang ku dapat. Maka, kemungkinan yang selalu muncul di kepalaku adalah : mungkin aku memang sebodoh itu hingga sampai sekarang tak bekerja.
Setelah kupikirkan berulang kali, ternyata memang aku yang bodoh. Harusnya saat itu aku mendaftar jadi asdos, harusnya saat PKL aku membangun relasi dengan pegawai disana. Harusnya... ah, sudahlah. Apapun yang ku pikirkan semuanya sudah berlalu. Ku harap ini bisa jadi pelajaran untukku juga untuk kalian. Saat ada kesempatan, langsung ambil. Jangan ditunda. Biar takdir yang bekerja selanjutanya.
Jika ada yang punya pengalaman yang sama silahkan tulis di kolom komentar. Mari berbagi duka. Semangat para pencari kerja!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar